Presiden Moon: “Jika Korea Utara setuju, kami akan secara aktif mempromosikan pasokan vaksin”

” data-src=”https://pds.joins.com/news/component/htmlphoto_mmdata/202106/15/cde5f35d-cc82-47f0-9a38-45e234db0d32.jpg” data-type=”article” src=”https: //pds.joins.com/news/component/htmlphoto_mmdata/202106/15/cde5f35d-cc82-47f0-9a38-45e234db0d32.jpg”>

Presiden Moon Jae-in dan Presiden Austria Alexander van der Bellen mengadakan konferensi pers di Istana Hofburg di Wina pada tanggal 14 (foto kiri) Ini adalah kunjungan pertama seorang presiden Korea ke Austria sejak terjalinnya hubungan diplomatik antara kedua negara pada tahun 1892.

Presiden Moon Jae-in, dalam kunjungan kenegaraan ke Austria, mengatakan pada 14 (waktu setempat), “Jika Korea Utara setuju, Kami akan secara aktif mempromosikan kerja sama dalam penyediaan vaksin infeksi virus corona (COVID-19) baru.” Pada konferensi pers bersama yang diadakan setelah pertemuan puncak dengan Presiden Austria Alexander van der Bellen di Istana Hofburg di Wina.

Austria KTT dengan Presiden
“Jika itu menjadi pusat produksi global, kami akan bekerja sama dengan Korea Utara” Presiden Korea, kunjungan pertama sejak pembentukan hubungan diplomatik pada tahun 1892 Ibu Negara Jung-sook Kim mengunjungi museum dan kebun raya

Presiden Moon mengatakan, “Korea telah bersama Amerika Serikat terakhir kali. (COVID-19) Menurut Perjanjian Kemitraan Global Vaksin, kami ingin menjadi pusat produksi global untuk produksi vaksin dan berkontribusi dalam pemberantasan virus corona di seluruh dunia dengan meningkatkan target pasokan vaksin,” ujarnya.

Presiden Moon mengatakan, “Amerika Serikat juga secara aktif mendukung kerja sama kemanusiaan dengan Korea Utara.” Global Vaccine and Immunization Alliance (GAVI) juga mengumumkan pada tanggal 11 bahwa Korea Utara akan dimasukkan ke dalam negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah yang dijanjikan Amerika Serikat untuk menyediakan vaksin COVID-19 Pfizer. Itu adalah reaksi setelah Korea Utara mengkritik AS pada tanggal 1, dengan mengatakan, “Kenyataan yang tidak adil dari beberapa negara yang mengamankan dan menyimpan lebih banyak vaksin daripada yang diperlukan terjadi karena nasionalisme vaksin.” Tahun lalu, Presiden Moon mengusulkan kepada Korea Utara untuk berpartisipasi dalam Kelompok Kerja Sama Kesehatan dan Karantina Asia Timur Laut dengan dalih mengatasi virus corona. Patut dicatat apakah Korea Utara akan menanggapi kemungkinan memasok vaksin ke Korea Utara pada hari yang sama. Presiden van der Velen juga mengatakan, “Saya setuju dengan pendapat Presiden Moon.”

Mengenai kebijakan Korea Utara pemerintahan Biden, Presiden Moon mengatakan, “Presiden Joe Biden menyatakan dukungannya untuk dialog dan kerja sama antar-Korea. Saya percaya bahwa jika dialog dan kerja sama antar-Korea diperluas lebih lanjut, itu akan memainkan siklus yang baik untuk memfasilitasi dialog Korea Utara-AS.” Presiden Moon melakukan kunjungan kenegaraan ke Austria sehari sebelumnya atas undangan Presiden Van der Bellen. Ini merupakan kunjungan pertama presiden Korea ke Austria sejak terjalinnya hubungan diplomatik dengan Austria pada tahun 1892.

The ‘Helm of the Prince of Joseon’ di Museum Sejarah Seni Wina Kim Jeong-sook menonton ‘Armor’.

Sementara itu, selain kunjungan kenegaraan ke Austria, KTT G7 di Cornwall , UK (11-13, Waktu setempat) didampingi oleh Ms. Kim Jeong-sook, dan selama periode ini, fashion Ms. Kim menarik perhatian. Tiga pakaian berbeda muncul di foto Ny. Kim yang diambil pada siang hari tanggal 12, saat ‘Mrs Schedule’ sedang gencar dilakukan. Sebelum upacara penyambutan resmi, Ms. Kim mengenakan setelan two-piece beige dengan garis-garis di jadwalnya untuk menghadiri pertunjukan yang dibawakan oleh Ms. Carrie Johnson. Pada upacara penyambutan berikutnya, dia berganti pakaian putih. Selendang biru dengan pola tradisional Korea melilitnya. Setelah itu, ia mengenakan setelan celana panjang berwarna gading pada jamuan makan malam resmi bersama pasangan tersebut. Saya menggunakan tas tangan dan kalung mutiara yang cocok dengan pakaian dan warna. Di bandara meninggalkan Inggris pada tanggal 13 setelah jadwal G7, ia mengenakan setelan dua potong merah.

Ibu Kim mengunjungi museum lokal dan kebun raya di Austria pada tanggal 14. Pada pagi hari yang sama, Nyonya Kim dan Doris Schmidauer, istri Presiden Austria Alexander van der Bellen, mengunjungi Museum Sejarah Seni Wina, di mana ‘Helm dan Armor Pangeran Joseon’ dipajang. Armor ini diberikan kepada Kaisar Franz Joseph I oleh Raja Gojong tepat setelah pembentukan hubungan diplomatik antara Korea dan Austria pada tahun 1892. Setelah museum, pada sore hari yang sama, Ms. Kim mengunjungi Kebun Raya Universitas Wina dan berbincang dengan para mahasiswa peneliti.

Reporter Seongmin Yoon, Austria (Wina)=Yayasan Investigasi Gabungan yoon.sungmin@joongang.co.kr

Baca Selengkapnya

Author: Luz Grisby

Leave a Reply